Selalu Bisa Berprosa di Perjalanan Kereta

Aku berada di sisi kereta yang salah.

Hari ini aku hendak bertolak ke Bandung.

Pada pukul 18.01 kereta mulai bergerak,

dan langit tetap disana.
Menjadi tempat bangunan-bangunan bercakar.

Canvas untuk awan-awan bergulung.
Ruang luas untuk insan-insan bergerak.
Sudah pernah kubilang, langit Jakarta warnanya selalu cantik.

Kali ini berpendar jingga menuju ungu,

dan torehan tipis awan yang segan.
Dan sentimen itu.

Rasa langit Jakarta yang selalu ditinggalkan pada raga-raga yang melayang, menerawang jauh ke badannya yang membentang.

Ditambah lagu-lagu sendu menyisir jejalan rel ini.

Oh, langit Jakarta.

Entah langit mu yang tampil cantik di Jakarta,

Atau Jakarta yang membuat langit tampil cantik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s