Sentimen Kotaku

Entah,
Karena album ‘Payung Teduh’ yang baru kubeli lalu di Kineruku,

Angin yang menghembus kecup pada pipi-pipi perawan,

Atau air yang mulai rintik menyentuh puncak kepala,
Tapi kotaku menjadi sangat sendu dan penuh rasa sentimental.
Penuh rayu buai untuk tetap berpijak pada tanah liatnya beberapa waktu lagi.

Atau selamanya.
Entah karena hujan, Payung Teduh, dan bergerak berkendara membuat buncahan pada hati,

Atau karena benar, kota ini mencoba bermesraan denganku.

Seperti kekasih yang mengelayut, menahan untuk aku pergi.

Untuk tetap tinggal.

Untuk meminum kopi dan kembali membaca di pekarangan belakang.
Nyatanya?

Kotaku memang mengajak aku bermesraan. Bahkan, hampir mungkin bercinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s