Berhenti, Jakarta!

Ayolah, Jakarta.

Berhenti meraung.
Berhenti meneriakan riuh tinggi klakson kendaraan,

dan sumpah serapah insan-insan yang terjebak lengket jalanmu.
Berhenti meraung.
Berhenti pekikan asap-asap karbon karsinogenik 

dan hawa panas gila menggosok kulit.
Berhenti meraung.
Berhenti mendesak satu raga lelah dalam gerbong-gerbong moda 

dan jejalkan gedung-gedung tinggi.
Berhenti meraung.
Berhenti menggeret jiwa-jiwa sendu pada malam memabukkan

dan gelap yang sensual namun penuh bahaya.
Berhenti meraung.

Berhenti.
Memuakkan.

Membuat ku ingin mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s