Arti Rindu, antara Rumah dan Jarak

Halo, kawan.

Aku hendak berucap rindu, rindu sampai pelu kepadamu.

Sejenak setelah melihat tidak sengaja foto kita dulu.

 

Aku mencari namamu di kontakku.

 

Tapi aku ragu.

 

Aku sungguh rindu padamu.

dan kamu pun akan berucap jua rindu.

Lalu kita akan berbincang atau bahkan bertatap wajah jika kamu masih bangun pada subuh waktu kotamu.

Namun, terlintas sedikit.

Bagaimana definisi rinduku kalah kuat dengan rindumu.

 

Rinduku hanya padamu.

Dan waktu kita kala jarak belum memberi ruang pada raga kita kala itu.

 

Rindumu bukan hanya padaku.

Tapi juga rumahmu, temanmu yang lain, makanan, dan kasur dikamarmu.

 

Rinduku disini karena impulsif.

Rindumu secara legit selalu ada karena,

oh kawan,

kau sendiri di kota lain.

 

Yang kala siang tidak ada yang jual seblak.

Atau malam martabak.

Tidak ada kerungan mamah kalo kamu pulang malam,

atau teman-teman yang membuatmu pulang malam.

 

Aku ragu menyampaikan rindu.

Bukan meragu karena aku tidak rindu.

 

Tapi aku sungguh tidak mau, menambah pelu rindumu

Akan semilir hangat tropis kotamu dulu.

atau batagor yang mudah didapat.

Kerungan mamah

dan gelak tawa bodoh kita dulu.

 

Aku takut rindu yang akan kusampaikan padamu

Tidak dapat membalas rindumu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s