Random Thoughts

Hi, I ever wonder if anyone have ever read my blog and somewhat awaken or get some new insensitive? Anyone from my circles or just happen to know me?
Enlighten me by saying yes and if you kind enough to tell me your thoughts and perspective about my blog or specific content, anything I’ll be more than happy to embrace you. 
Good dawn!
From : 02.59 thought.

Advertisements

‘u’

Lucu,

Tentang waktu.
Aku ingin berjumpa denganmu,

Dikala awan sudah berlalu

dan langit tidak lagi biru.
Aku ingin berjumpa denganmu,
Saat malam yang kelabu

bertebaran lampu-lampu.
Aku ingin berjumpa denganmu,
Pada senyam sepi semu

di kumparan kota yang abu-abu.
Aku ingin berjumpa denganmu,
Waktu angin sungguh mampu

tiupkan kisah masa lalu.
Aku ingin berjumpa denganmu,
Dalam puisi berima ‘u’

dan anyaman lucu oleh waktu.

Produktif pada pukul 4

Tingkat intelektualitas kita berbeda, sayang

Jadi hendak sebagaimana keras otak ku bekerja menerka-nerka,

Atas tindak ucap dan kebodohan,

Sampai nanti pun aku tidak akan menemukan jawab,

 

Karena tingkat intelektualitas kita berbeda, sayang

Aku sadar benar kebingunganmu dalam percakapan kita

Muka bodoh dan anggukan cepat – agar supayamu

 

Karena tingkat intelektualitas kita berbeda, sayang

Hendak aku mencerca sepanjang apapun dosamu

Mendukungnya dengan segala teori dan realita,

Individu semacammu tidak akan mengerti.

Aku tahu kemampuan kepalamu tidak sampai.

 

Karena tingkat intelektualitas kita berbeda, sayang

Aku tahu buang waktu saja berinteraksi dengan kamu,

Salah satu anomali dan distorsi temeh.

 

Karena tingkat intelektualitas kita berbeda, sayang

Tidak akan ada kita melebur.

Sejenak Mencerca Senja

Akhir-akhir ini, sudahkah Kau perhatikan sore?

Kadang warnanya jingga berangsur biru,

Suatu waktu tampilnya merah mudah menuju ungu,

Dan sewaktu waktu aku menikmatinya sendiri.

 

Menyesapnya sendiri.

 

Tak pelak, menikmati senja sendiri membawa pula satu dua memori

Diantaranya ada buku, kopi, dan jalan kaki,

Ada juga hai dan pergi,

Terkadang riak atau sepi,

 

Senja akhir-akhir ini indah.

Tidak aku tidak menampik nya.

Tapi aku hendak mencercanya.

 

Senja menjadi transisi yang lucu,

Dari terang menjadi kelabu.

Dari cerah menjadi abu,

Dan kemudian, sepi lalu lampu-lampu.

 

Aku hendak mencerca senja

Kenapa?

Karena transisi ini.

 

Lelah sepulang hari,

Kopi yang disuguhkan senja terlampau pahit.

Sepi bangunan dan ruang kantor

Diganti pikuk di jalan aspal.

Buku yang hendak kubaca tertinggal di tempat aku membeli kopi.

Hendak memutar tapi sial sekali jalanan ini!

 

Senja tidak menjadi teman yang baik akhir-akhir ini.

Setidaknya untuk aku yang hendak pulang.

 

Senja,

yang hadirnya tidak untuk aku nikmati.

Selain kerusahan ini,

dalam dengung-dengung kendaraan merayap,

sekelebat memori yang disodorkan senja akhir-akhir ini tidak manis.

 

Tidak.

Aku tidak mengingat jalan singkat dan penuh tawa,

Atau sesapan kopi ketiga.

Tidak pula buku Eka,

Atau terpaan angin dan tabir-tabir langit yang merapal doa menuju gelap.

 

Tidak.

Senja tidak lagi menjadi milik ku.

Individu yang batu dan kaku.

 

Coffee, Evening, and Tranquil

As before I made post about my ‘Ultimate Playlist’ to hear for such situation,

In this post I’ll put my perfect playlist for another situation:

coffee, evening, and tranquil.

These songs are much I associate with sips of coffee, good book or flow of evening contemplation thoughts, light walk around the city, a good laugh, conversation from 5 til the sun slowly fading away, and tranquility.

I much link it with a few solitude moment I have in my life – those moments I would like to have as my day end. Evening stroll around the city with no map except our feet lead us to circular motion at an exact same pedestrian walk for 5 rounds.

Well, the phrase above is with companion.

I am also listening to these at my favourite spot of book corner, reading Eka Kurniawan, sipping my 3rd cups of coffee, and already spilling my wave of thoughts for the second time – this time about how scary life have been.

Please do check and take a listen!

Copeland – Ordinary

Beautiful Mess – Jason Mraz

Santa Monica Dream – Angus and Julia Stone

Eternal Sunshine – Jhene Aiko

Song on The Beach; Photograph (ost. Her) – Arcade Fire

Time and Fallen Leaves – Akmu

O – Coldplay

Falling In Love In Coffee Shop – Landon Pigg

Cayman Islands – Kings of Convenience

Daydreaming – Radiohead

5 On A Joyride – Cody Chesnutt

The Moon Song – Karen O & Erza Koenig

And of course,

Coffee – Copeland

 

I hope this tunes find you well.

And escort you to tranquility the same taste as it escort me.

This ultimate playlist have been a really great companion starts from first chapter of my thesis and the exact time I continue my read of ‘Manusia Harimau’ from Eka Kurniawan.

The Ultimate Playlist of All

We always got our playlist contain with our most ultimate songs in which we won’t able to delete from our phone, just skip it maybe. But never, ever delete it.

And thus, you got your jam.

Your ultimate tunes and echo of all voices exist in the universe.

And mine happens to be like this.

I called it ”Ultimate Sex Playlist’ – listening to this playlist uplift me to a new horizon with sensual touch – such orgasm!

Soft thrill and shiver it brings and not to mention fascinating video with a bit psychedelic touch!

And this one. At some moment this song represent much of my longing and needs. So damn slurty.

ZHU IS MY ULTIMATE PRODUCER OF THIS SHIT. I will always longing for him, he’s my cocaine model.

FREAKIN ZHU I CAN’T EVEN. I love him. And to this song, I imagine many stuff happens. Whoops!

Oh. My. God. This sway tho, I imagine being tipsy sipping my 4th glass of wine and do a little dancy as the dark catching in… Ugh.

Once you go black, you never go back. And bitch this is truth. Freaking tunes and the lyrics tho. But most, how it thrill you to such a ride.

I fulfill my desire with this song. And Chris Lorenzo is my another man.