karena,

aku mendamba sendiri

namun tidak kesendirian

 

aku mendamba terpaan manis angin

yang ditiupkan oleh hijau-hijau daun pepohonan

mencium lembut wajah dan rambut

 

aku mendamba aliran air

yang dibawa oleh entah sungai atau gelombang laut

membasahi lembut kaki dan rambut

 

aku mendamba suara sepi

diantara angin dan air

dan kekosongan pikuk kota atau kerja

atau skripsi

atau Anda

 

aku mendambakan itu

kesendirian itu

 

aku ingin mengkonfrontasi kesendirian itu

menanyakan banyak hal

menjawab banyak hal

 

aku mau duduk diantara kesendirian itu

kesendirian yang aku damba itu

aku mau itu

 

aku damba itu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s